Bijak Formulasikan Pakan Kambing dan Domba

Beragam cara dilakukan agar ternak yang dipelihara mampu berproduksi maksimal dan efisien baik dari segi biaya dan waktu. Tentunya, banyak parameter yang dijadikan patokan oleh para peternak. Tak terkecuali Lukman Hakim Amrullah, Supervisor PT. Sukamulya Hijau Lestari, dalam mengelola budidaya ternak kambing dan domba. Ia selalu mendasari formulasi ransumnya pada jenis ternak dan untuk apa ternak tersebut dibudidayakan.

Selain diberi hijauan, Lukman memberikan pakan tambahan berupa konsentrat pada ternak kambing dan domba yang dibudidayakan. Ia menjelaskan ada banyak jenis konsentrat yang digunakan seperti starter, grower, domba dara dan domba bunting. Perbedaan paling mendasar dari berbagai jenis konsentrat tersebut adalah pada kandungan proteinnya. Pasalnya, tiap fase pertumbuhan domba dan kambing memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda.

Beda Tujuan Beda Formula

Lukman memisalkan pada domba bunting, kebutuhan mineralnya lebih banyak ketimbang domba jantan untuk penggemukan. Selain mineral yang tinggi, kandungan protein dalam pakan domba bunting diharapkan menyentuh angka 12 – 15 %, sehingga dibuatlah formula khusus yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Berbeda ketika memelihara domba untuk penggemukan, Lukman akan membuat formulasi ransum yang memiliki kadar protein lebih dari domba bunting. “Jadi benar-benar menyesuaikan kebutuhan ternaknya. Cempe, domba laktasi, domba bunting, pejantan, penggemukan semuanya berbeda kebutuhannya dan harus disesuaikan. Tanpa mengurangi kebutuhan ternak tersebut dan jangan dipaksa,” imbuhnya menjelaskan.

Penggemukan domba

Usia, jenis kelamin dan tujuan pemeliharaan juga mempengaruhi pertimbangan dalam membuat formulasi pakannya. Ia mewanti jangan sampai peternak salah dalam membuat formulasi pakan. Misal tujuannya untuk penggemukan tetapi pemberian pakannya irit, ternak jadi tidak tercukupi kebutuhannya.

Menurut dia, dengan biaya agak mahal sedikit dan perhitungan yang matang, maka ternak dapat tumbuh maksimal dan secara hitungan ekonomi masih efisien. “Karena kita main di waktu untuk penggemukan,” tegas Lukman.

Beda Tujuan Beda Formula

Lukman memisalkan pada domba bunting, kebutuhan mineralnya lebih banyak ketimbang domba jantan untuk penggemukan. Selain mineral yang tinggi, kandungan protein dalam pakan domba bunting diharapkan menyentuh angka 12 – 15 %, sehingga dibuatlah formula khusus yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut silase rumput untuk domba.

Berbeda ketika memelihara domba untuk penggemukan, Lukman akan membuat formulasi ransum yang memiliki kadar protein lebih dari domba bunting. “Jadi benar-benar menyesuaikan kebutuhan ternaknya. Cempe, domba laktasi, domba bunting, pejantan, penggemukan semuanya berbeda kebutuhannya dan harus disesuaikan. Tanpa mengurangi kebutuhan ternak tersebut dan jangan dipaksa,” imbuhnya menjelaskan.

Penggemukan domba

Usia, jenis kelamin dan tujuan pemeliharaan juga mempengaruhi pertimbangan dalam membuat formulasi pakannya. Ia mewanti jangan sampai peternak salah dalam membuat formulasi pakan. Misal tujuannya untuk penggemukan tetapi pemberian pakannya irit, ternak jadi tidak tercukupi kebutuhannya.

Menurut dia, dengan biaya agak mahal sedikit dan perhitungan yang matang, maka ternak dapat tumbuh maksimal dan secara hitungan ekonomi masih efisien. “Karena kita main di waktu untuk penggemukan,” tegas Lukman.

Berbeda ketika memelihara domba dengan tujuan breeding (pengembangbiakan), Lukman selalu mengamati siklus reproduksi dombanya. Ia terlebih dahulu mengecek alat reproduksi ternaknya, jantan atau betina, lalu pakan apa yang dapat menyehatkan alat reproduksi tersebut. Pilih pakan yang dapat membuat ternak dapat birahi dengan bagus, untuk pejantannya bisa jadi pemacak yang bagus dan spermatozoa yang dihasilkan juga bagus.

Beda Tujuan Beda Formula

Lukman memisalkan pada domba bunting, kebutuhan mineralnya lebih banyak ketimbang domba jantan untuk penggemukan. Selain mineral yang tinggi, kandungan protein dalam pakan domba bunting diharapkan menyentuh angka 12 – 15 %, sehingga dibuatlah formula khusus yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut kombinasi hijauan untuk kambing dan domba.

Berbeda ketika memelihara domba untuk penggemukan, Lukman akan membuat formulasi ransum yang memiliki kadar protein lebih dari domba bunting. “Jadi benar-benar menyesuaikan kebutuhan ternaknya. Cempe, domba laktasi, domba bunting, pejantan, penggemukan semuanya berbeda kebutuhannya dan harus disesuaikan. Tanpa mengurangi kebutuhan ternak tersebut dan jangan dipaksa,” imbuhnya menjelaskan.

Penggemukan domba

Usia, jenis kelamin dan tujuan pemeliharaan juga mempengaruhi pertimbangan dalam membuat formulasi pakannya. Ia mewanti jangan sampai peternak salah dalam membuat formulasi pakan. Misal tujuannya untuk penggemukan tetapi pemberian pakannya irit, ternak jadi tidak tercukupi kebutuhannya.

Menurut dia, dengan biaya agak mahal sedikit dan perhitungan yang matang, maka ternak dapat tumbuh maksimal dan secara hitungan ekonomi masih efisien. “Karena kita main di waktu untuk penggemukan,” tegas Lukman.

Berbeda ketika memelihara domba dengan tujuan breeding (pengembangbiakan), Lukman selalu mengamati siklus reproduksi dombanya. Ia terlebih dahulu mengecek alat reproduksi ternaknya, jantan atau betina, lalu pakan apa yang dapat menyehatkan alat reproduksi tersebut. Pilih pakan yang dapat membuat ternak dapat birahi dengan bagus, untuk pejantannya bisa jadi pemacak yang bagus dan spermatozoa yang dihasilkan juga bagus.

Tak berhenti di situ, setelah ternak bunting ada penanganan selama masa bunting, pakannya juga harus diperhatikan. Jangan sampai anti kualitas pakan masuk tanpa ada perlakuan sebelumnya. Pada dasarnya, ternak ruminansia, sapi, kambing domba dan kerbau makanan utamanya serat kasar. Lukman menghimbau peternak untuk tidak memberi ternak ruminansia pakan dengan bahan pakan yang terbuat dari hewan juga. Untuk menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan seperti sapi gila.

Perhatikan Bahan Baku Pakan di Sekitar Kandang

Guna mencapai efisiensi dari segi biaya salah satu cara yang dilakukan Lukman adalah dengan memilih bahan baku pakan yang tersedia melimpah di sekitar kandang. Pakan untuk domba penggemukan jika dirupiahkan sangat tergantung dari harga bahan pakan yang tersedia di sekitar lokasi kandang.

Lukman mencontohkan salah satu lokasi penggemukannya di lampung. Di sana tersedia singkong dan gaplek secara melimpah. Hampir semua bahan yang tersedia di sana memiliki harga yang murah apabila dibandingkan dengan Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur. “Cara yang lebih efisien di pakan adalah kita mendekatkan pada yang tersedia di sana dan murah harganya serta nilai nutrisinya bagus. Di Jabar biaya pakan bisa menyentuh Rp 3.600 – 4.000 per kg untuk mengejar waktu. Kalau di Lampung bisa di angka Rp 2.000 – 3.500 per kg karena harga bahan baku dan nilai transportasi yang berbeda,” tutupnya. (RZ)

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 461